Minggu lalu, saat itu tim fortis fc dan tim rego akan bermain di minisocer unpam. Karena waktu itu, di Pandeglang hujan turun cukup deras dan durasinya lumayan panjang/lama sehingga tim fortis fc tidak bisa datang tepat waktu dan datangnya sebagian.
Mau tak mau, Lapangan yang sudah dibooking, fotografer juga sudah dikontek, maka mau tak mau harus dibatalkan. Karena berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk tetap main meski sedikitan (sekitar sepuluh orang) tanpa fotografer (dibatalkan dan diberi uang bensin).
Waktu itu yang main hanya tim rego, ditambah satu dari fortis fc dan satu orang lagi entah dari mana. Durasinya sekitar 30 menitan. Itu pun kebijaksanaan dari pihak lapangan, dikarenakan jadwal tanding untuk jam berikutnya belum hadir juga.
Selepas beres main, tak langsung pulang. Nonton dulu yang main. Pas dilihat, ternyata satu orang yang ikut main bareng Rego adalah bagian dari dosen Unpam yang bersiap tanding. Dari situ ide buat minta kontak dan nyoba sparing bareng muncul.
Tim Fortis fc yang datang telat, mau tak mau nontonin dulu. Bahkan penasaran pengen ikutan main juga, tapi gak punya keberanian buat ngajak join. Hehehe...
Sebelum pulang, datalah ke bapak yang ikut main bareng rego untuk minta kontak dan agar kapan-kapan bisa main bareng. Akhrinya kami dapatilah kontaknya, dan beliau adalah Pak Ghani.
Esok harinya barulah kirim pesan ke Pak Ghani, untuk menanyakan kabar dan kapan ada jadwal main bareng di unpam.
Bukti chat bersama pak ghani dikirim ke grup fortis fc. Untuk mengabari setiap ada perkembangan dari negosiasi.
Malam harinya baru ada balasan. Karena pak Ghani bukan ketua dan tidak bisa memutuskan, akhirnya beliau memberikan kontak Pak Asep sebagai ketua. Akhirnya, lanjut kontekan dengan pak asep. Didapatilah tgl 14/10/25 sebagai jadwal tanding bersama dosen dan karyawan unpam. Dari pukul 15.00 sd 18.00 wib.
Dishare juga chat dengan pak asep terkait ajakan tersebut. Respon postif didapat, fortis juga banyak yang siap. Balasan persetujuan dan deal, segera dikirimkan ke Pak Asep.
H-1 yang mendebarkan
Hujan turun cukup deras dan durasinya lama. Sebelum dzuhur hujan turun, tapi tak sejenak kemudian reda. Sekitar 15 menitan, hujan kembali turun dengan derasnya dibarengi suara dan kilatan petir yang menggelegar. Beruntung, turunnya di hari Senin 13/10/25. Sehingga masih ada jeda sehari untuk merancang persiapan ke unpam esok hari.
Di grup sudah ramai terkait keberangkatan besok untuk main minisoccer di unpam dikhawatirkan terancam batal kembali. Hampir semua yang di grup fortis merasa khawatir dengan adanya peralihan cuaca seperti ini. Bisa dilihat dari komentar dan chat yang dikirimkan di grup.
Hujan yang begitu deras, durasinya lumayan lama, serta ditemani kilatan petir itu baru reda sekitar pukul 16.30. Spekulasi untuk besok main minisoccer masih mengambang. Terutama terkait kendala cuaca. Sampai ada yang berpikiran, hujan yang saat itu turun disebabkan oleh oknum pengangkat hajat di hari ahad, yang memasang pawang hujan.
Sehingga hujan yang seharusnya di hari ahad, dialihkan ke hari senin. Olehkarenanya intensitas hujan seolah tidak biasa. Mirip sekali dengan amarah yang ditahan, lalu amarah itu diluapkan. Keluar semua unek-uneknya. Begitu juga dengan hujan, seolah air yang tadinya dibendung kini tumpah semua tanpa bersisa.
Karena masih menggantung, akhirnya pas malam hari sekitar pukul 22.00 wib, ada yang mengirimkan perakiraan cuaca untuk esok hari. Dari hasil tracking dua daerah, Pandeglang dan serang didapati perbedaan yang mencolok. Di sekitar Pandeglang, dari pukul 13.00 sd 17.00 cuaca aman, tidak ada hujan. Hujan turun sekitar pukul 18.00 wib. Adapun yang daerah Serang, 13.00 sd 14.00 aman. Pukul 15.00 sd 17.00 diprediksi turun hujan.
Itu semua berdasarkan data sementara. Entah esok akan terjadi atau tidak, hanya sebatas prakiraan saja.
Hari penentuan dan pemberangkatan
Pagi begitu cerah dan terik. Pukul 10.00 cuaca mulai meredup. Di grup sudah mulai ramai, terkait kegelisahan-kegelisahan. Dikhawatirkan berdampak luas, akhirnya salah seorang anggota grup, meminta kepada anggota lain untuk mengecek prakiraan cuaca yang terbaru. Hasilnya sungguh positif. Untuk daerah Serang maupun Pandeglang semuanya aman.
Suasana grup yang tadinya ramai dengan kekhawatiran, setelah adanya prakiraan cuaca yang terbaru, kini menjadi kondusif. Semuanya menjadi tenang, dan fokus ke titik kumpul pemberangkatan. Katanya kumpul di pom bensi Petir, pukul 14.00 berangkat.
Perjalananku ke unpam
Sepulang dari sekolah sekitar 12.30 wib. Sampai di rumah ngajak main bocah-bocah, tak lupa bawain sesajen (pesanan tadi pagi, sebelum berangkat sekolah biasa nge-list pesanan) "Abah ncim ya..." Teriak Ayyub. Lalu ngajak salim dan ditutup dengan sebuah ajakan adu tinju sebagai bentuk tos; khusus versi kami.
Suara motor belum dimatikan, suara tagihan sesajen sudah dilemparkan. "Abah... ncim ana?..." Teriak Ayyub menagih. Maksudnya : "Abah, eskrimnya mana?..."
Waktu berjalan begitu cepat. Rencana pribadi, pukul 13.30 Akan berangkat ke Serang lewat Koroncong, jalur jalan Anggota, Bungbulang tembus pasae rego. Soalnya pertimbangan pemilihan jalan yang minim sekali kerusakannya. Jalannya rusak banget tapi gak panjang, jalannya agak lumayan tapi titik rusaknya cukup panjang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.45. Istri waktu itu bilangi, jagain anak dulu sebentar mau sholat (kebetulan di rumah airnya kosong, harus numpang ke rumah adik ipar). Kebtulan rumahnya masih deketan, berjarak sekita 3 atau 4 rumah dengan tetangga, dan agak naik rumahnya. "Ya sudah, jangan lama²..." Sebab istri sudah tahu bakal berangkat setengah duaan.
Sepuluh menit, dua puluh menit tak ada tanda² bahkan sudah hampir sejam. Waktu itu kebetulan hape, baternya mati (maklum sudah bocor, gak bisa tahan lama) sedang dicas juga. Karena sayang dengan baterainya, makanya jalan yang paling tepat ialah memilih nyamperin istri.
Anak yang paling kecil lagi tidur, diayunan. Tidurnya gak lelap, sebentar² kebangun. Makanya dijagain terus.
Istri gak mucul² dan gak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya dengan terpaksa disamper. Eh, ternyata papasan di jalan. Dengan sedikit komplen ala bapak² yang mempermasalahkan inkonsistensi. "Katanya sebentar, tapi malah lama banget..."
Gak pikir panjang, langsung tancap gas. Kebetulan perlengkapan sudah disiapkan di motor. Sampai kelupaan, pakai baju yang serba nanggung. Beruntungnya tetap bawa celana leging di pelastik yang sudah digantungin di motor.
Jalan yang tadinya mau dilalui dan sudah direncanakan, terpaksa dicencel. Ambil jalan alternatif. Ke Pabrik, Cadasari, Baros, Palima, Boru, Polda, Unpam. Alhasil pukul 14.35 sudah tiba di lapangan minisoccer Unpam. Langsung nyalain hape, ada beberapa teman yang menelepon tapi tidak terjawab. Lang klarifikasi dan mengabari kawan² yang ada di grup.
"Maaf, hapenya dicas, terus tadi ngajak main anak dulu, pas lihat jam udh jam dua, langsung tancap gas. Td lewat baros, palima, boru. Alhamdulillah sudah di lokasi, lapangan masih sepi..."
Tak lama, Pak jali tiba. Disusul sama yang lainnya. Sayang tim dosen dan karyawan belum hadir. Ternyata pukul 15.00 ada yang main. Sepertinya mahasiswa Unpam. Konfirmasi ke Pak Ghani ternyata beliau ada acara pendampingan mahasiswa, jadi gak ikut main. Ketemu sama Pak Asep, dan membicarakan terkait adanya perubahan waktu sekaligus minta dispensasi anggaran terkait perubahan jam juga. Alhasil, tetap nihil.
Pak Asep emang ngasih waktu full buat kita main. Dengan anggaran yang sudah disepakati, fortis fc main dari pukul empat sampai pukul enam. Tim mereka (dosen dan staff) yang ganti-gantian. Ini tantangan sekaligus ujian, untuk mengetahui sejauhmana enduren/kekuatan serta bentuk permainan. Alhasil, saya bisa pastikan memang di atas rata-rata.
Untuk masalah Kekuatan, jangan ditanya. Tiga gim, dengan lawan yang berbeda juga. Kita tetap unggul. Kita hanya kalah pada saat gim keempat, dengan lawan yang sama. Mereke jelas unggul stamina. Tapi, meski dengan kekuatan sisa materi pemain tetap kami lebih di atas. Bahkan jika saja peluang yang ada bisa dimaksimalkan, bukan tidak mungkin kami bisa menang juga. Toh kalahnya cuma satu kosong!
Sangat puas!
Membanggakan!!!


0 Komentar