Nama Muhammad sebagai kata depan, tentu didasarkan pada sunnah dan sekaligus bukti cinta kepada Nabi sang pemimpin, dambaan, idola, kekasih serta perjumpaannya dirindukan.
Kata keduanya yaitu Ayyub, dinisbatkan kepada Nabi Ayyub 'Alaihi as-Salam. Nama Ayyub dikisahkan dalam alquran dalam beberapa surat. Diantaranya Allah SWT. abadikan doa Nabi Ayyub, .....
Bahkan, dalam kisah yang lain, Nabi Ayyub diberi jaminan oleh Allah bahwa keimanannya begitu kuat, sehingga setan tak akan mampu menggodanya. Lalu Allah swt. Mengabulkan permohonan setan untuk menguji Ayyub. Allah pun menegaskan, jika Nabi Ayyub tak akan tergoyahkan.
Meski diuji dengan ujian berat bahkan amat dahsyat, semuanya tak mengubah keimanannya. Keturunan, harta benda yang semula melimpah dibalikan seketika. Nabi Ayyub tetap dengan pendiriannya.
Kata ketiga dan keempatnya yaitu Aufa al-wadud. Kata aufa diambil sebagai kata tambahan atau pelengkap. Karena artinya bisa menunaikan atau memenuhi. Adapun al-wadud dinisbatkan kepada salah satu nama yang terdapat dalam asmaulhusna. Arti dari al-wadud adalah yang mencintai.
Ada histori panjang dibalik kata al-Wadud. Perlu diulas.
Arti dari nama di atas maksudnya ialah :
Mereka (Muhammad dan Ayyub) yang menepati cintanya kepada sang pencipta, selalu konsisten dan berusaha membuktikan cintanya kepada sang kuasa dengan bentuk ketakwaan dan ketaatan. Meskipun ujian bertubi-tubi, cobaan berundak-undak, tak menyurutkan cintanya.


0 Komentar