Berani Ambil Resiko


Rabu, 17 maret 2021 merupakan momen teristimewa dan sekaligus sejarah. Pasalnya, di tanggal tersebut pertama kali sekali kami menangani rias pengantin plus lengkap dengan tendanya. 

Tak hanya mengurus riasan saja, tetapi satu paket dengan dekorasi juga. Terkait tempat, bisa dibilang rekor terjauh. Daerah kota serang, tepatnya di kawasan Walantaka Kel. Pangampelan. 

Kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksana serta berjalannya acara tersebut, kami haturkan beribu banyak terima kasih. Tanpa campur tangan dan masukkannya, tidak mungkin kami mampu "seberani" ini dalam mengambil langkah.

Banyak pihak yang berkontribusi cukup besar di acara perdana kami, meskipun tak secara langsung kami sebutkan satu persatunya semoga tidak mengurangi rasa hormat serta keikhlasanya. Mudah-mudahan balasan tersebut dibalas dengan yang lebih baik oleh sang maha kuasa. 

Banyak ilmu yg didapat 

Klien kami yang perdana ini, cukup rewel dan detail. Alasan sih, katanya pertama kali mengadakan prosesi pernikahan; sehingga belum berpengalaman dan gak tahu apa-apa (ngakunya sih begitu). 

Hal-hal yang kecil mereka tanyakan.Terus, sebentar-sebentar nelpon. Minta diadakan ini dan itu. Banyak banget maunya. Seolah mereka tidak ngaca dengan harga yang telah disepakati. Rasa malu itu seolah telah hilang. Paketnya minimum, tapi minta pelanayan maksimum. Begitulah kira-kira, ungkapan yang pas diutarakan. 

Berulangkali kami kirimkan dan kami ingatkan terkait kesepakatan awal yang telah disetujui. Di sana terlampir dengan jelas hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Sepertinya pelanggan perdana kami ini, sering lupa. 

Sebagai contoh, kemarin lusa sebelum janjian kopi darat, keberangkatan kam sudah diinformasikan. Tepatnya siang hari, setelah dzuhur. Pukul sembilan pagi, mereka sudah menghubungi. Sudah berkali-kali menelpon (kebetulan tak terangkat, sebab di rumah sedang sibuk masak untuk acara tahlilan). 

Mereka juga mendesak, pemasangan tenda dan dekorasi paling lambat H-2. Padahal, sudah kami sampaikan di awal, jika petugas pemasangan tenda sudah biasa, jadinya tahu kapan pemasangan dimulai. Terus juga, ngurusin bongkaran dari tempat yang lain. Sehingga kami tidak bisa memastikan pastinya kapan. 

Pelanggan yang seolah raja ini tak paham. Tak mengerti dengan jawaban kami sampaikan. Sebagai pamungkas, kami sampaikan kepada klien perdana ini statemen penutup. 

"Si bos tenda yang kami pakai ini, sudah berpengalaman dan profesional. Mereka juga paham betul posisinya sebagai bisnis di bidang jasa. Pastinya akan memberikan yang terbaik, supaya ada keberlangsungan jangka panjang. Secara tidak langsung mereka sedang membuat iklan "Ini lho keindahan dekorasi kami..." 

Tamu undangan yang melihat dan menyaksikan pasti akan menilai. "Ini dekorasinya bagus, dapat dari mana? Berapa? Dan pertanyaan lainnya..." Tak usah kawatir dengan kualitas dekorasi dan pemasanganya. Disampaikan dengan menggebu-gebu, mungkin mirip presiden Soekarno berorasi. Hehehe.... 

Klien mendengar penjelasan tadi langsung diam. Pertanyaan selanjutnya yg keluar 

"Untuk pelunasannya itu kapan Mas?..." Kata si bapak. 

"Nanti pas kami mau pulang saja, selesai ganti baju ketiga. Sekitar sore hari..." Jawabku tegas.

Alhamdulillahnya, Klien kami pun langsung paham. Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan, terutama tentang pengalaman dan mental. Amha[]


Posting Komentar

0 Komentar