Apa yang saudara pinta ketika berdoa? Pertanyaan ini harus dijawab oleh masing2 individu. Minimal dijawab dalam hati saja cukup. Mengapa demikian?
Tentunya banyak dari kita yang masih menganggap doa itu sesuatu yang "kecil" sehingga diabaikan. Padahal, doa adalah senjata pamungkas. Senjata andalan. Senjata paling hebat yang wajib dimiliki oleh setiap orang islam.
"Addu'au sirojul mu'miniin..." Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Jadi, jangan pernah menganggap sepele sebuah doa. Oleh karenanya berdoalah sebanyak mungkin. Doa yang berupa umum (untuk orang lain) atau khusus untuk diri sendiri.
Pertanyaan selanjutnya adalah: Secara spesifik, apakah saudara tahu artinya dari doa yang dibacakan tersebut? Jika belum tahu, bagaimana caranya harus tahu. Supaya tidak seperti burung beo. Hanya bisa mengucapkan tetapi tak tahu arti dan maknanya.
Dalam sebuah hadits qudsi, allah berfirman : "Aku (Allah) sebagaimana perasangka hambaku..." Ana 'inda dzonni 'abdii bii...
Bagaimana kita berperasangka kepada Allah, arti dari doa yang kita panjatkan saja tak paham apalagi mengerti.
Untuk seorang pemula, tak tahu arti dan tak paham apa yang dibaca tentulah dimaklum. Tetapi jika sudah puluhan tahun, tetapi masih awam dan tak tahu; mestilah dipertanyakan sistem belajarnya.
Dengan tahu arti lagi paham maknanya, setidaknya bisa menjadi bekal untuk diajarkan kepada orang lain. Syukur2 bisa diajarkan kepada anak cucu sendiri. Selain menambah pahala jariyah tentunya akan semakin dipahamkan ilmu2 yang lainnya juga.
Makna Doa
Pengertian shalat dalam segi bahasa artinya adalah doa. Sebab, isi bacaan dari shalat itu sendiri adalah doa-doa. Oleh karenanya tak salah jika para ulama secara etimologi mengartikan shalat dengan doa. Jika ada orang yang shalat, tapi masih "maling" bisa jadi orang tersebut tak paham akan bacaan yang dibacanya dalam sholat.
Apa yang kita butuhkan dalam hidup, sejatinya sudah terpenuhi dalam bacaan sholat. Sehingga ketika berdoa di luar sholat, sebaiknya tidak lagi meminta yang sudah ada di dalam sholat. Biat tidak mengulang-ulang (meskipun tak apa-apa).
Tujuannya, supaya daftar doa yang dipinta lebih banyak. Dan itu malah lebih bagus bukan? Bukankah Allah senang dengan untaian doa dari hambanya? Jangan dibandingkan dengan manusia. Semakin banyak minta, makin dibenci.
Tak kalah penting, dari doa itu sendiri ialah mengetahui sebab2 mengapa doa dapat tertolak dan sebab doa itu bisa dengan mudah diterima oleh Allah swt. perlu diketahui dengan seksama. Agar tak hanya beramal secara hampa, dan capek semata.
Para ulama telah menjabarkan dalam kitab-kitabnya. Oleh karenanya, yuk cari tahu dan kembali kita buka bersama kitab-kitab tersebut. Semoga bermanfaat.
___
Penulis memiliki doa khusus yang selalu dibaca. Setiap selesai shalat atau ketika memimpin doa, selalu disisipkan doa tersebut.
Bahkan, dalam dalam sepekan sekali doa tersebut selalu dipanjatkan juga, tak pernah terlewatkan. Khususnya pada saat jeda antara khutbah satu ke khutbah yang kedua. Doa yang selalu penulis panjatkan bunyinya begini:
"Robbii hablii min ash-sholihiin.... Robbana hablana min azwajina wa dzuriyyatina qurrota a'ayun waj'ala lilmuttaqiina imama... Allahumma faqqih auladii fiddin wa 'allim auladii tafsir wa tawilil quranil adhiim..."
____


0 Komentar