Pernahkah anda amati dan jumpai, di tempat kesehatan, kantor desa, kantor urusan agama, jalan-jalan dan lain sebagainya, banyak bertebaran foto atau gambar yang isinya tak lain tentang kampanye hitam.
Biasanya tulisan yang tertera di poster tersebut bagus dan baik; isinya ajakan dan imbauan. Sayangnya, selalu yang paling dominan itu, gambar orangnya. Selalu saja ada. Selalu saja dimunculkan. Apapun tulisannya dan di manapun tempatnya pasti sosok itu yang ditampilkan.
Sejak kapan tempat umum boleh di pakai kampanye. Di mobil ambulan sering kita jumpai. Malah sepertinya menjadi hal yang lumrah. Jika tujuannya murni untuk membantu masyarakat, ya tidak se-ambisius itu. Khawatirnya itu, dana yang digunakan milik masyarakat (baca:pajak), tapi seolah diatasnamakan pribadi. Jelas ini yang tidak boleh.
Oke, itu strategi kampanye. Jika sudah lewat masa kampanye harusnya distop. Imbasnya, seperti kampanye seumur jabatan. Dibuat kampanye hitam untuk mendulang suara dipencalonan yang selanjutnya. Ini jelas bahaya. Ini persaingan yang tidak sehat. Selaku masyarakat biasa, saya berhak menyuarakan hal ini.
Selain mengganggu (karena bentuknya memakan tempat dan ukurannya yang besar) juga secara estetika juga kurang baik. Tidak elegan untuk dipandang. Isi pesannya tidak murni tersampaikan kepada pembaca. Sebab, adanya 'rasa' stigma dan serotip.
Intinya, stop-lah yang seperti ini. Mari lebih cerdas dan bersaing secara terbuka. Biarkan keindahan itu indah dengan sendirinya, bukan dijadikan sarana mendulang suara.
Tabik!

0 Komentar