Terknik mencuci yang sering dipakai yaitu: baju disikat dibolak-balik bagian luar dan dalam, tak lupa bagian ujung pakaian jadi perhatian utama untuk wajib disikat. Pakaian yang sudah disikat, tidak langsung dibilas melainkan ditumpukin hingga beres semua. Ketika sudah beres semua, barulah dibilas.
Kejadian itu bermula, ketika sudah beres disikat semua dan ingin membilas cucian. Secara otomatis, dari posisi jongkok berubah ke posisi berdiri. Pada saat berubah posisi itulah, tiba-tiba di sekitar punggung bagian pinggang, seolah ada sesuatu yang putus (mirip karet gelang yang ditarik, terus putus). Rasa sakit yang muncul, sangat dahsyat. Itu juga hampir terjatuh terpelanting kebelakang, untung tangan segera menahan dinding ke kolam.
Sambil menahan rasa sakit yang amat dahsyat, dilanjut membilas cucian. Badan menjadi kaku, tidak bisa ditekuk terutama di bagian pinggang. Salah gerak, sakitnya luar biasa. Mau ambil gayung saja gak hampir gak bisa. Jongkok juga tidak bisa. Alhasil, yang menjadi tumpuan untuk bisa naik turun adalah kaki. Untuk sekedar pakai celana atau ambil sesuatu yang terjatuh, butuh usaha ekstra untuk bisa mengambilnya.
Tetap dipaksa kerja dan tidak dihiraukan. Alhasil semakin parah. Untuk ganti posisi saja, dari duduk ke berdiri butuh usaha keras. Minimal tangan harus ada pegangan. Atau, tangan ditahan ke paha, lalu kaki diluruskan ke samping barulah pinggang bisa diangkat. Pokoknya yang tadinya normal, kini gerakan yang berhubungan dengan pinggang menjadi sakit.
Bahkan akibat gerakan lain dan berhubungan dengan tarikan ke bagian ke punggung kini menjadi sakit. Misalnya, kaki ditekuk tidak bisa. Sekedar untuk duduk juga gak bisa. Ketika posisi tiduran pun, mau geser saja sakitnya luar biasa. Intinya pinggang bagian belakang mengalami masalah. Sehingga duduk terlalu lama, juga tidak kuat. Saat batuk pun (karena menggerakkan bagian badan dan menggerakkan punggung) jadi sangat sakit sekali.
ASUMSI
Awalnya mengira gegara salah posisi saat mencuci baju. Dari awal jongkok lalu secepat kilat berdiri, sehingga otot belum siap. Akhirnya terjadilah sakit di pinggang. Tetapi, setelaj dipikir-pikir, mungkin ada hubungannya juga dengan kegiatan sebelumnya. Selepas main bola, rasa pegal dan sakit di bagian betis tak kunjung hilang.
Lalu, sakit di bagian paha juga terasa. Sakit pada bagian kaki tak sepenuhnya hilang, ditambah main bola dengan intensitas tinggi. Akhirnya, berkat akumulasi inilah otot kaki yang sebelumnya sudah memberikan sinyal, akhirnya memberikan reaksi. Ditambah posisinya waktu itu sudah salah. Jadinya, semakin menjadi.
Saat tulisan ini dibuat, pinggang masih belum sembuh total. Diurut sudah, ke Mak Enot Pasir Putri, tinggal menunggu penyembuhan. Amiin.
__


0 Komentar